Membawa Mimpi Hingga Ke Dublin: Keberhasilan Shavanna Ambar Kirani, Penerima Beasiswa IISMA 2023

“Pendidikan adalah kunci untuk membuka dunia dan paspor menuju kebebasan.” Kalimat yang terlontar dari pembawa acara terkenal Oprah Winfrey ini tepat menggambarkan kisah inspiratif salah satu mahasiswa kebanggaan Fikom Unpad. Shavanna Ambar Kirani, berhasil membawa mimpinya ke pulau Zamrud Dublin lewat program Indonesian International Student Mobility Award 2023.

Senyum cerah nampak dari wajah mahasiswa Fikom Unpad itu kala ditanya seputar keberhasilannya menerima beasiswa IISMA 2023. Baginya dapat berkuliah di negeri orang bagai mimpi di siang bolong. Demi mewujudkan mimpinya berkuliah di luar negeri, Shavanna memanfaatkan kesempatan dengan mendaftarkan diri untuk mengikuti program tersebut. 

Menurutnya, program Indonesian International Student Mobility Award adalah kesepakatan yang patut dipertimbangkan oleh mahasiswa-mahasiswa yang ingin berkuliah di luar negeri. “Sejak awal aku memang memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri dan aku memilih mewujudkan mimpiku lewat IISMA. Program ini sangat patut dipertimbangkan karena memberikan banyak keuntungan, mulai dari biaya kuliah di luar negeri hingga biaya hidup disana.”

Indonesian International Student Mobility Award merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pemerintah Indonesia dalam program Kampus Merdeka.

Semakin dalam, Shavanna semakin bersemangat menceritakan pengalamannya. Tahapan seleksi IISMA yang sulit tak meredupkan semangatnya untuk mewujudkan mimpinya berkuliah di luar negeri. Proses yang dilaluinya untuk mendapatkan beasiswa ini begitu panjang. Mulai dari mempersiapkan dokumen kelengkapan pendaftaran, melakukan tes kecakapan bahasa inggris, menyusun esai kreatif, hingga wawancara. 

Rintangan demi rintangan mahasiswa kebanggaan Fikom Unpad itu lalui. Tak ada satu tahapan pun yang terasa mudah, tapi semua kesulitan itu berhasil dilaluinya. “Buat aku tahapan yang paling sulit itu ketika membuat esai, karena esai itu mewakili diri pendaftar di mata penilai. Jadi aku terus merasa kurang dan harus terus merombak esai yang aku buat, padahal waktunya mepet.” 

Dengan dukungan dari keluarga, Shavanna memilih University College Dublin sebagai tempat ia membawa mimpinya. Keindahan kota dan keramahan penduduk disana membuatnya menjadikan pulau Zamrud Dublin sebagai kota tujuannya. Ia memilih University College Dublin dengan fokus pada komunikasi antarbudaya sesuai dengan minat yang ia miliki. Menurutnya, kelas yang diambil dalam program beasiswa di University College Dublin ini akan membantu karir Jurnalistik yang menjadi impiannya.

Sudut bibir mahasiswa Jurnalistik itu pun semakin mekar ketika diminta memberikan pesan-pesan pada para calon pendaftar IISMA. “Teman-teman bisa mulai dengan belajar untuk English Proficiency Test, kemudian mulai research juga kampus dan kelas yang akan diambil. Selain itu, teman-teman juga bisa ngobrol-ngobrol atau konsultasi dengan awardee IISMA sebelumnya. Hal ini agar teman-teman memiliki gambaran tentang apa yang harus dilakukan ketika mendaftar nanti. Kemudian, teman-teman juga bisa konsultasi dengan pihak prodi mengenai kampus atau kelas apa yang menjadi pilihan teman-teman. Hal terpenting adalah lakukan yang terbaik dan apapun hasilnya adalah demi yang terbaik.” 

Lebih lanjut Shavanna membagikan kiat-kiat sukses yang ia terapkan selama mendaftar Indonesian International Student Mobility Award 2023. Ketelitian dalam memeriksa dokumen keperluan pendaftaran sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena bagaimanapun dokumen-dokumen tersebut menjadi kesan pertama pendaftar yang dilihat oleh penilai. Kemudian yang paling penting menurut mahasiswa Fikom Unpad itu adalah ketulusan dalam menulis esai. Isi esai menggambarkan diri pendaftar sehingga sebisa mungkin esai dibuat supaya penilai dapat memiliki kesan yang baik tentang diri pendaftar. 

Menjadi awardee IISMA 2023 masih terasa seperti mimpi baginya. Siapa sangka bermula dari mimpi dapat membawanya berkuliah di luar negeri. Meski dengan segala rintangan yang dihadapi, ia dengan kuat melebarkan sayapnya untuk bisa mendapatkan beasiswa Indonesian International Student Mobility Award. Kini semua usaha itu tidak menghianati hasil. Shavanna berharap pelajaran yang ia dapatkan selama IISMA bisa bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya dan diterapkan di kampus kebanggaan, Universitas Padjadjaran. 

Kisahnya menjadi bukti bagaimana mimpi dapat menjadi kunci dari keberhasilan. Keberanian, konsistensi, dan aksi membawa Shavanna dan mimpinya hingga ke pulau Zamrud Dublin. Sukses adalah tentang proses, melalui mimpi bisa bersaing di luar negeri. (Talitha Cantika Nurrafaida, [email protected])

Share this: