Raih Beasiswa IISMA 2021, Dua Mahasiswa Prodi Jurnalistik Berkesempatan Kuliah di Eropa

Reyhan Putri dan Azzahra Nathania Poetri, mahasiswa Program Studi Jurnalistik-Fikom Unpad, berhasil memperoleh kesempatan menimba ilmu di University of Pecs – Hongaria dan Middle East Technical University – Turki selama periode semester ganjil 2021. Keduanya menjadi awardees dalam program  Indonesian International Mobility Award (IISMA), beasiswa pemerintah Indonesia di bawah program Kampus Merdeka yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

Menurut Reyhan, bisa mengenyam pendidikan di luar negeri merupakan sebuah privilege yang tidak dapat dikecap semua mahasiswa Indonesia. Bagi sebagian besar mahasiswa Indonesia, lanjutnya, mengenyam pendidikan di luar negeri hanyalah mimpi dan cita-cita.

“Dengan adanya program IISMA, hal tersebut tidak hanya menjadi mimpi dan cita-cita tapi bisa diperjuangkan dengan cara bersaing sehat. Apalagi bisa belajar tanpa harus memikirkan biaya karena semua biaya sudah ditanggung oleh pemerintah, “ ungkap Reyhan.

Azzahra mengaku semangat mencoba menjadi latar belakang memberanikan diri mengikuti IISMA. Saat memperoleh informasi tentang IISMA, dirinya berpikir untuk mencoba mendaftar meskipun sudah menginjak semester enam di Prodi Jurnalistik.

“Tidak ada salahnya untuk mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba. Sekalian menguji diri sendiri apa benar kalau aku bisa hidup merantau jauh dari orang tua,” jelas Azzahra.

Keduanya merasa kesempatan emas ini akan sangat berguna dalam membuka wawasan baru tentang studi yang bersangkutan. Secara khusus, Azzahra berencana akan mengimplementasikan studi yang akan diambil di Turki untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Reyhan sangat antusias untuk mengenal budaya dan kehidupan di Hongaria. Mata kuliah yang ditawarkan pun dirasa masih linear sehingga membuatnya tertarik. “Setelah saya baca kembali website IISMA, ternyata University of Pecs menawarkan lebih banyak kegiatan intercultural kepada calon awardee IISMA yang diterima di sana. Hal tersebut membuat saya sangat antusias.”

Keberhasilan keduanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Selain itu, Reyhan berharap pengalaman belajar di luar negeri akan memberikan pengalaman baru, network yang lebih luas dan teman baru.

“Keluarga bangga anak perempuan sulungnya pergi belajar dan menginjak negeri lain. Apalagi semua secara gratis di masa yang sulit seperti sekarang. Dengan itu, kesempatan bagi saya setelah lulus kuliah nanti pun akan terbuka lebih lebar. Jadi semua motivasinya berorientasi dengan pemikiran masa depan, setelah lulus kuliah” jelas Reyhan.

Beasiswa Prestisius

Dilansir dari unpad.ac.id, sebanyak 61 mahasiswa Universitas Padjadjaran memperoleh beasiswa “Indonesian International Student Mobility Awards 2021” dari Ditjen Dikti Kemendikbudristek RI. Para mahasiswa tersebut akan dikirim ke sejumlah perguruan tinggi mitra Dikti yang ada di 20 negara.

Kepala Kantor Internasional Unpad dr. Ronny, M.Kes., PhD, AIFO menjelaskan, IISMA merupakan program beasiswa prestisius yang diberikan Dikti. Melalui beasiswa ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mengembangkan jejaring di tingkat internasional.

“Beasiswa ini membantu mahasiswa memperoleh pengalaman mumpuni ketika nanti mereka lulus dari perguruan tingginya,” kata Ronny saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad.

Dikatakan prestisius karena program beasiswa ini memiliki seleksi cukup ketat. Pelamar diwajibkan memiliki prestasi atau catatan akademik yang baik, memiliki kemampuan bahasa asing yang dibuktikan dengan adanya dokumen resmi, serta persyaratan menunjang lainnya.

Seleksi Ketat

Azzahra memaparkan proses seleksi IISMA 2021 dilakukan dalam dua tahap. Seleksi tahap pertama dilakukan melalui berkas, yakni transkrip nilai dan nilai bahasa inggris. Calon peserta juga diminta mengisi empat soal essai terkait paparan visi, misi, dan diberikan beberapa skenario. Seleksi tahap kedua dilakukan melalui wawancara. “Wawancara dilakukan oleh Kemendikbud untuk menyortir siapa yang berhak untuk merepresentasikan Indonesia melalui program beasiswa IISMA.”

Seleksi ini berlangsung ketat, mengutip publikasi unpad.ac.id, tercatat, dari 2.500 pelamar IISMA se-Indonesia, hanya 1.000 kandidat yang berhak mendapatkan beasiswa tersebut.

“Yang daftar kebanyakan IPK-nya tinggi, IELTS-nya juga tinggi. Bersyukur di tengah kondisi kompetitif tersebut, 61 mahasiswa Unpad bisa terpilih untuk berangkat dan menimba ilmu di negara tujuan,” kata Ronny.

Keduanya berharap program IISMA dapat terus berjalan di tahun-tahun berikut dengan kuota penerimaan mahasiswa yang jauh lebih banyak. program IISMA semakin dikenal lebih banyak oleh pelajar Indonesia dan semakin banyak juga yang berminat mendaftar. Saya juga berharap dapat membagikan pengalaman saya di Hongaria nantinya kepada mahasiswa maupun siswa lainnya di Indonesia dengan harapan dapat membangkitkan semangat belajar dan meraih pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Saya sepenuhnya setuju dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang menyatakan bahwa mahasiswa Indonesia jangan lagi hanya bersaing di dalam negeri, namun juga bisa bersaing di level internasional,” ujar Reyhan. ***

Share this: