Sabtu, 18 Mei 2024
Tim Kaset VCD perwakilan dari Fikom Universitas Padjadjaran berhasil menjadi pemenang di Comminfest 2024 mata lomba Artriwara, sebuah perlombaan yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Tim yang beranggotakan Bernadetta (Ilkom 2022), Christine (Ilkom 2022), dan Vindy (Jurnalistik 2022) membawa pulang juara satu pada perlombaan penulisan feature news dengan tema waste management.
Perjalanan Awal Sang Juara
Tim Kaset VCD awalnya terbentuk dari ambisi Bernadetta untuk mengikuti kompetisi Ajisaka.
Setelah mengajak Christine, mereka berkonsultasi dengan dosen wali yang menyarankan untuk mencari pembimbing dari Prodi Jurnalistik, hingga akhirnya mereka bertemu dengan Ibu Herlina Agustin. Vindy, teman satu SMA Christine dari Prodi Jurnalistik, kemudian diajak bergabung, sehingga terbentuklah Tim Kaset VCD.
Sayangnya nasib berkata lain, Tim Kaset VCD tidak lolos di Kompetisi Ajisaka. Namun, ambisi tim ini tidak padam. Mereka memutuskan mencoba kembali mengikuti lomba di ajang Comminfest. Bu Herlina, memberikan ide topik menarik tentang bagaimana sebuah komunitas lingkungan bernama Pergerakan Harapan Hijau atau biasa disebut Parahu memanfaatkan mitos untuk melindungi lingkungan.
Proses pengerjaan feature news ini tidak selalu berjalan mulus. Hambatan seperti lokasi observasi yang tidak layak dan minimnya data membuat mereka harus mengandalkan hasil wawancara sebagai sumber utama. Meski demikian, dengan kerja keras dan kerja sama antar anggota, mereka berhasil menyelesaikan karya terbaiknya tepat waktu.
Mitos Pelindung Lingkungan
Komunitas Parahu merupakan topik yang diangkat oleh Tim Kaset VCD dalam karya feature news mereka. Parahu merupakan sebuah komunitas lingkungan yang mulai merintis sejak 2017 dan berfokus pada pelestarian alam di Jawa Barat. Selain itu, Parahu juga turut bergerak dalam kegiatan pengelolaan sampah, sosialisasi dan edukasi, hingga perlindungan sumber mata air.
Berdasarkan wawancara oleh Tim Kaset VCD, komunitas Parahu menggunakan pendekatan yang unik, yaitu mitos. Salah satu mitos yang digunakan mereka dalam melindungi lingkungan adalah membuat cerita tentang pantangan masuk hutan yang apabila dilanggar akan menyebabkan gatal gatal. Untuk memperkuat kepercayaan masyarakat, mereka benar-benar menanam tanaman gatal, agar tidak ada masyarakat yang keras kepala dan tetap merusak hutan.
Parahu menganggap penggunaan mitos ini efektif karena masyarakat Indonesia masih percaya pada mitos, pamali, dan pantangan. Dengan pendekatan ini, Parahu juga berusaha menjaga budaya khas Indonesia. Mereka selalu mengkaji dan menyesuaikan adat istiadat, naskah kuno, dan petuah zaman dulu dalam pelaksanaan program mereka.
Tim Kaset VCD Juara 1 Artriwara
Beberapa minggu setelah pengumpulan karya, Tim Kaset VCD tidak menyangka dapat menjadi salah satu finalis Artriwara. Setelah berkonsultasi dengan dosen, mereka menyadari kekurangan data pada karya sebelumnya merupakan kelemahan mereka. Sehingga, dalam presentasi final, mereka mencoba untuk memanfaatkan aspek penilaian kreativitas dengan melakukan roleplay dari mitos yang diangkat pada feature news sebelumnya.
Sehari sebelum awarding night, panitia Artriwara mengumumkan finalis yang berhasil menjadi tiga terbaik, dan kegembiraan mereka memuncak saat mengetahui bahwa Tim Kaset VCD merupakan salah satunya. Tanpa berharap banyak, mereka menghadiri acara awarding night dan kembali dikejutkan ketika Tim Kaset VCD disebut sebagai Juara 1 Artriwara.
Tips dari Tim Kaset VCD
Tim Kaset VCD berbagi tips bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti lomba Artriwara tahun depan. Vindy menyarankan agar memahami selera juri dan materi dasar jurnalistik, karena mata lomba Artriwara ini erat kaitannya dengan jurnalistik. Bernadetta dan Christine juga menambahkan untuk tidak perlu ragu atau takut saat mendaftar perlombaan Artriwara.
Keberhasilan Tim Kaset VCD di Artriwara 2024 menunjukkan bahwa dengan semangat dan kerja keras, tantangan apa pun dapat diatasi. Dari kegagalan hingga kemenangan, perjalanan mereka menunjukkan bahwa dedikasi dan ambisi dapat membawa pencapaian yang tak terduga.
###
Natasha Kamila Kusnadi