Awal November ini, Fikom Unpad berhasil menyabet gelar juara umum kompetisi Ajisaka 2016 yang diselenggarakan Korps Mahasiswa Komunikasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Salah satu kategori yang berhasil dimenangi adalah best screenplay di ajang Kresna (Kreasi Insan Sinema) melalui film berjudul Kopi Malam yang disutradarai Lukman Hoedi yang merupakan salah satu mahasiswa Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Ini bukan yang pertama kalinya film Kopi Malam yang disutradarainya ini meraih penghargaan. Selain memenangkan kategori best screenplay pada kompetisis Ajisaka UGM 2016 ini, film Kopi Malam juga pernah meraih juara 1 di Sinemars 2015 dan juara 2 di Bulan Komunikasi UNY 2016. Film yang mengusung tema sosial ini juga sempat diputar di beberapa tempat di wilayah Bandung Raya.
Walau berbagai penghargaan film telah diraihnya, sutradara yang khas dengan rambut ikalnya ini ternyata mengaku bahwa dunia film adalah hal yang baru baginya. Pada awalnya, Lukman hanya belajar membuat film secara otodidak, yaitu dengan menonton film dan mencari referensi di Internet. Dia baru menekuni hobinya tersebut sejak masuk Unit Kegiatan Kampus (UKM) Cinematography Club (CC) di Fikom Unpad.
Sebelum bergabung, Lukman hanya membuat film untuk tugas mata pelajaran ketika SMA. Akan tetapi respon yang didapat dari tugas tersebut membuat dia tertarik untuk bisa kembali membuat film. Melihat orang lain menonton karyanya menjadi kepuasan tersendiri bagi Alumni SMAN 99 Jakarta tersebut.
“Ketika SMA ada tugas membuat film di mata pelajaran Bahasa Inggris. Apresiasi yang diberikan penonton meski bukan berbentuk materi, membuat saya mulai menyukai dunia film.” Kenang Lukman Hoedi.
Sejak masuk ke UKM CC Fikom Unpad, Lukman akhirnya bisa semakin mendalami dunia film. Kopi Malam sendiri merupakan proyek film yang dibuat khusus bagi para calon anggota CC pada tahun 2014. Oleh karena itu, Lukman juga tidak menyangka film pertama yang disutradarainya tersebut berhasil menjadi juara di berbagai kompetisi besar baik tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
“Ya ini kan film buatan caang (calon anggota), jadi dari sinematografi dan teknis pembuatan film tentunya masih kurang. Di sini (Kopi Malam) kita banyak bermain di konsep film, script, jalan cerita dan kekuatan pemeran. Alhamdulillah film ini berhasil mendapat beberapa penghargaan meskipun saya tidak banyak berharap untuk menang, jadi hal tersebut saya jadikan bonus saja.”ujar Lukman.
Di bidang film, Lukman juga memiliki seseorang yang menjadi inspirasinya dalam membuat film. Dia mengakui menyukai karya-karya dari Angga Dwimas Sasongko, sutradara beberapa film ternama seperti Filosofi Kopi dan Cahaya dari Timur: Beta Maluku. Lukman menyukai premis-premis yang dibuat oleh Angga khususnya di film Surat dari Praha.
“Saya cukup suka dengan film Surat dari Praha, karena memang memiliki premis yang baik. Kalau secara pribadi memang suka dengan film-film yang mengusung tema drama keluarga. Film lain yang juga saya sukai yaitu Real Steel karena memiliki jalan cerita yang menarik.” tambah Lukman.
Dalam waktu dekat, Lukman akan kembali membuat film bersama para caang CC 2016. Kali ini dia akan melakoni peran yang berbeda, yaitu sebagai produser. Tema yang diusung film tersebut juga akan sedikit berbeda. Kali ini, Lukman akan mencoba untuk membuat film horror. Mari kita nantikan karya dan prestasi berikutnya dari sineas muda ini!