Seni bukan hanya sekadar melukis di atas kanvas, fotografi pun dikatakan seni karena dapat melukis dengan sebuah cahaya. Itulah yang dikatakan oleh salah seorang mahasiswa jurnalistik, Bernadeta Victoria M. Hobinya dalam fotografi sudah ia tekuni sejak masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD). “Jadi waktu kelas 3 SD itu sudah ikut program travelling dari majalah Bobo. Dari sana sudah pernah pergi ke Magelang, Bali, Singapore,” ungkap wanita yang sering disapa Deta.
Keberhasilannya dalam dunia fotografi telah ia capai dengan usahanya sendiri. Menurut Deta, ia belajar fotografi dengan mengandalkan kemampuannya tanpa mengikuti les fotografi. Ia mengaku bahwa ia belajar dari pengalamannya dan juga belajar dari lapangan.Tidak hanya Deta sendiri yang menyukai bidang seni. Background keluarganya pun mendukung Deta untuk berkarya. Di mana sang kakek adalah seorang pelukis, ayah Deta sendiri pun adalah seorang fotografer.
Keberhasilannya di bidang fotografi tidak dengan mudah ia dapatkan. Pasalnya, Deta sudah pernah mengalami kegagalan hingga 32 kali. Deta pun sempat berpikir untuk berhenti dan menyimpan kameranya sebagai kenangan. Akan tetapi, nasib berkata lain. Perlombaan yang Deta ikuti ke-33 akhirnya membuahkan hasil. Ia menjuarai First Winner of Young Photographer Contest, Beauty on The Stable. Adria Pratama Mulya Riding School, Banten.

Mulai dari sanalah Deta terus menekuni hobinya di bidang fotografi. “Saya enggak pernah bosan dengan apa yang sudah saya tekuni. Saya selalu berusaha dengan apa yang sudah saya pilih,” ujar anak pertama dari 2 bersaudara. Jalan-jalan ke berbagai daerah yang belum pernah dikunjungi adalah impian Deta. Fotografi ini akhirnya bisa mengantarkan Deta ke berbagai penjuru di Indonesia. Selain Indonesia, Deta pun pernah pergi ke berbagai negara di Asia Tenggara untuk urusan fotografi.
“Hobi saya dengan apa yang diinginkan emang saling berhubungan. Saya bisa menjalankan hobi sambil bisa jalan-jalan juga. Apa yang saya inginkan biasanya selalu tercapai dengan usaha saya sendiri,” ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 19 Oktober 1995.
Kemenangan di bidang fotografi yang pernah ia ikuti pun sudah banyak. Mulai dari perlombaan tingkat daerah hingga nasional. Menurutnya, perlombaan fotografi yang sangat berkesan adalah saat Kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional. Kompetisi tersebut sudah pernah ia ikuti pada tahun 2014. Ia lolos pada babak kualifikasi di Jawa Barat. Namun, dalam tingkat nasional kemenangannya tertunda. Pada kesempatan kedua, tahun 2016 ia mengikuti kembali kompetisi Pekan Seni Mahasiswa Nasional. Deta mendapatkan juara 2 National Photography Competition Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Kendari, Sulawesi Tenggara.
Bernadeta Victoria M sedang menerima penghargaan juara 2 National Photography Competition Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) Kendari, Sulawesi Tenggara (17/10). Deta pun sempat merasa minder dengan kamera yang ia miliki. Perasaan tersebut selalu mengikutinya hingga duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Namun, kamera tersebutlah yang mengantarkan Deta hingga dapat menjuarai berbagai lomba. Menurutnya, yang terpenting adalah ide yang kita miliki.
Hobinya dalam fotografi pun tidak membuat dirinya malas untuk berkuliah. Menurutnya, kuliah adalah nomor satu. Akan tetapi, tidak melulu hanya kuliah saja. Ia juga harus mengasah apa yang menjadi hobinya. Perkuliahannya di Jurnalistik pun sangat membantu Deta dalam menjalani hobinya. Deta sering kali melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum melakukan pengambilan gambar. Hal ini menurutnya, agar dapat menggambarkan sebuah cerita dalam foto.
Selain itu, sebelum perlombaan dimulai, biasanya Deta mendalami terlebih dahulu tema yang akan dilombakan. Deta pun selalu mencari tahu juri-juri dalam perlombaan tersebut. Menurutnya, mendalami hal-hal tersebut sangatlah penting. “Kita harus sering baca-baca literatur. Lihat juga karya-karyanya beliau dan yang paling penting harus unik,” ungkap perempuan yang juga suka musik. Bukan hanya sebagai peserta lomba saja, Deta pun sudah menjadi juri fotografi sejak duduk di bangku SMA hingga sekarang. Ia juga sering menjadi pembicara diberbagai seminar tentang fotografi. “Dari kalah sampai menang, dari peserta sampai jadi juri. Jadi saya udah tau semua,” tutur Deta sambil tersenyum.