Anda sering bukan menonton sebuah channel  video di YouTube, atau melihat feed Instagram anda entah itu foto atau video yang dapat menghibur atau mengedukasi anda? Ya, orang yang membuat konten-konten tersebut disebut sebagai content creator.

Secara sederhana dan harfiah, content creator bisa diartikan sebagai orang yang membuat konten. Konten yang mereka buat disebar ke berbagai platform media sosial yang tersedia, seperti YouTube, Instagram, atau Facebook tujuannya pun bisa untuk mengedukasi ataupun sekedar hiburan.

 Hal ini pun dibahas pada webinar yang diselenggarakan oleh Kompas TV  yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjajaran pada Selasa (23/03/2021) pukul 13.00 WIB.

Kegiatan yang digelar melalui aplikasi Zoom ini menghadirkan narasumber:

  1. Sadryana Evanalia, Digital Producer di Kompas TV
  2. Gilang Bhaskara, Stand Up Comedian

Mengapa Content Creator Dibutuhkan?

Pada era saat ini sebenarnya content creator lebih dari sekadar pencipta konten semata. Mereka juga memiliki fungsi yang terbilang besar dalam dunia marketing sekarang ini, bahkan, ada juga yang menyebut content creator sebagai penggerak content marketing.

“Pada era digital ini masyarakat lebih sering membuka media sosial dibanding menonton televisi, maka dari itu dibutuhkan orang yang dapat mendistribusikan konten tersebut ke platform digital seperti media sosial”  ujar Sadryana Evanalia.

Seorang content creator dapat membantu dalam menjalankan strategi digital marketing. Sebab, dengan konten berkualitas yang tepat sasaran akan lebih mudah untuk memasarkan suatu produk.

Dalam menjalankan strategi content marketing, Anda membutuhkan konten yang menarik dan berkualitas. Konten juga perlu memenuhi beberapa aspek, seperti SEO, target audiens, dan lainnya.

Content creator juga memiliki jenjang karir yang dapat menghasilkan uang diantaranya Freelance/Full time Content Creator, Part Time Content Creator, dan Corporate Content Creator.

Hal yang dibutuhkan untuk menjadi content creator

Ada beberapa aspek yaitu Content, Target Audiens & Platform, Personal Branding, dan Monetisasi. Isi konten yang bersifat edukatif harus informatif dan bermanfaat dan tentunya harus sesuai fakta. Pada dasarnya proses pembuatan konten juga melibatkan kreativitas seseorang. Kreativitas ini, kelak, akan menjadi alat bagi seorang content creator untuk membuat orang-orang mau melihat konten yang kita buat.

“Suatu konten boleh diberi judul clickbait, hal itu guna menarik audiens agar melihat konten yang kita buat, namun isi kontennya tentu harus berkaitan dengan judulnya” imbuh Evanalia saat menjelaskan materi webinar siang ini.

Terlepas dari itu, proses pembuatan konten tidak sekadar mengandalkan kreativitas semata. Ada logika yang perlu dipahami agar bisa menggaet audiens. Pada akhirnya, audienslah yang akan menilai konten yang kita buat. Content creator yang baik, lazimnya, mengetahui audiensnya luar dalam.

Konten kreator juga perlu mengetahui apa, mengapa dan  bagaimana membentuk personal branding yang kuat.

Membuat Konten

Pembuatan konten biasanya diawali dengan pencarian ide terlebih dahulu, ketika ide sudah ada baru seorang content creator dapat membuat suatu karya. Gilang Bhaskara menjelaskan bahwa biasanya ia mendapatkan ide dari keresahan yang ia alami.

“Gue waktu itu pernah mau perpanjang SIM online tapi webnya yang bagus banget itu gabisa dibuka, nah ujung-ujungnya gue tetep harus ke Samsat langsung,” Kata Gilang ketika menceritakan pengalamannya.

Pengalaman tersebut, akhirnya dibuat menjadi sebuah video satire comedy yang ia sebarluaskan di platform media sosialnya.

Gilang menekankan ketika sudah mendapatkan sebuah ide, lebih baik langsung diaplikasikan menjadi sebuah karya, sebelum ide tersebut dipakai orang lain atau menjadi basi.

“Pake handphone juga udah cukup kok, gaperlu ribet-ribet dulu yang penting buat aja dulu” tambah Runner Up SUCI(Stand Up Comedy Indonesia) Kompas TV  ini.

(Galang/pkj)

Share this: